TANDATANDA KOREKSI TANDA-TANDA KOREKSI. Universitas Negeri Yogyakarta d. Untuk memudahkan mencari surat itu kembali bila sewaktu-waktu diperlukan. Dari rangkaian nomor surat, dapat diketahui jenis dan klasifikasi surat tanpa perlu membaca isinya karena setiap nomor surat dicantumkan pula kode tertentu, misalnya PH penawaran harga, SK surat Inilahtanda koreksi surat dan hal lain yang berhubungan erat dengan tanda koreksi surat serta aspek K3 secara umum di Indonesia. Definisi Cuti Pegawai Menurut Para Ahli Pegawai yang bersangkutan mengajukan surat permintaan cuti kepada pejabat yang berwenang. Sedangkanpada dokumen cetak, tanda tangan akan sama pada seluruh dokumen. Menurut Microsoft, Tanda Tangan Digital adalah tanda otentikasi elektronik, terenkripsi, pada informasi digital seperti pesan email atau dokumen elektronik. Tanda tangan menegaskan bahwa informasi tersebut berasal dari penandatanganan dan belum diubah. Inilahmacam macam tanda koreksi untuk surat dan hal lain yang berhubungan erat dengan macam macam tanda koreksi untuk surat serta aspek K3 secara umum di Indonesia. Aspek K3 Bekerja di Ketinggian dengan aman dan kokoh, penyangga stabil, dan pagar pelindung terpasang. Tandakoreksi sangat penting dalam penulisan surat, sebab penulisan surat biasanya dikonsep terlebih dahulu. Bila dalam penulisan konsep terdapat kesalahan, maka sebelum diketik kesalahan itu dp dibetulkan dengan cara memberi tanda koreksi pada kata atau kalimat yang salah. Mengapitsebuah huruf, kata, atau kelompok kata sebagai suatu koreksi atau tambahan pada kalimat atau salah satu bagian kalimat yang ditulis orang lain. Umumnya pada tanda tersebut digunakan untuk dapat menyatakan bahwa terdapat kesalahan dalam naskah asli. Mengapit suatu keterangan dalam sebuah kalimat penjelas yang sudah bertanda kurung. Tandakurung siku berfungsi untuk mengapit huruf, kata atau kelompok kata sebagai koreksi atau tambahan pada kalimat atau bagian kalimat yang ditulis orang lain. Tanda itu menyatakan bahwa kesalahan atau kekurangan itu memang terdapat di dalam naskah asli. b Sebagai koreksi atau tambahan pada kalimat, atau bagian kalimat yang ditulis orang lain. Tanda itu menyatakan bahwa kesalahan atau kekurangan itu memang terdapat di dalam naskah asli. b. Mengapit keterangan dalam kalimat penjelas yang sudah bertanda kurung. 14. Tanda Garis Miring (/) a. Tanda garis miring di dalam nomor surat, nomor pada alamat, dan tandatanda koreksi dalam surat. Inilah tanda tanda koreksi dalam surat dan hal lain yang berhubungan erat dengan tanda tanda koreksi dalam surat serta aspek K3 secara umum di Indonesia. Tandabaca harus digunakan secara tepat sebab jika tidak tepat dapat menimbulkan arti yang lain. 3. Tanda-Tanda Koreksi Tanda-tanda koreksi digunakan untuk memperbaiki kesalahan dari pekerjaan surat. Bentuk tanda koreksi bermacam-macam disesuaikan dengan kebutuhan. Bentuk-bentuk tanda koreksi dan kegunaannya: V6UbF. 1. Bahasa Surat Surat merupakan alat komunikasi yang penting. Pesan yang disampaikan dalam surat adalah bahasa tulisan yang dipergunakan dalam surat-menyurat, berisi buah pikiran penulis surat dan dikirimkan kepada penerima untuk mendapat tanggapan positif. 2. Syarat Bahasa Surat Yang Baik Pada hakikatnya, menyusun surat sama dengan menyusun sebuah karangan. Oleh sebab itu, ketentuan-ketentuan dalam menyusun surat sama dengan ketentuan-ketentuan dalam mengarang. Ketentuan-ketentuan itu meliputi penggunaan kalimat efektif, pemenggalan kata, pilihan kata, tanda baca, dan penggunaan ejaan yang tepat. Hal-hal yang berhubungan dengan tata cara penyesuaian surat itu harus diperhatikan benar-benar karena surat akan dibaca berulang- ulang atau diingat selama masih tertulis. Dengan demikian, hindari kata yang kurang tepat, terutama yang dapat menyinggung perasaan orang lain. Di bawah ini akan dijelaskan hal-hal yang harus diperhatikan untuk menyusun surat yang baik. a Alinea dan Kalimat Alinea adalah himpunan kalimat yang mengemukakan suatu kesatuan pikiran untuk membentuk sebuah gagasan yang jelas. Dalam satu alinea, hanya ada satu pokok pikiran dan tidak boleh lebih. Alinea yang sempurna terbentuk dari himpunan kalimat dan harus berkaitan dengan tema yang disampaikan. Namun demikian, ada juga alinea yang hanya terdiri dari satu kalimat. Misalnya, dalam alinea penutup hanya dituliskan, "Atas perhatian, Saudara kami ucapkan terima kasih". Alinea penutup ini terbentuk atas satu kalimat dan tidak perlu penjelasan. Kalimat adalah penyampaian makna tertulis. Dalam menyusun kalimat surat, hindari kesalahan penafsiran atau keraguan pada pihak pembaca. Untuk menghindari kesalahan tersebut gunakanlah kalimat yang singkat namun jelas. Idenya dapat mewakili pikiran kita dan dapat diterima oleh pembaca dengan baik. Dengan kata lain, kalimat yang pendek/singkat lebih efektif digunakan daripada kalimat yang panjang. Hal lain yang perlu diperhatikan dalam penggunaan kalimat adalah kalimat yang satu dengan yang lainnya harus berhubungan/berkaitan dalam membentuk suatu gagasan tertentu. Alinea terdiri dari satu kalimat utama dan beberapa kalimat penjelas. Kalimat penjelas ini berfungsi untuk mengembangkan alinea tersebut. b Ejaan dan Tanda Baca Pungtuasi Ketentuan mengenai penggunaan ejaan harus diperhatikan. Penggunaan ejaan yang benar sangat membantu dalam menafsirkan kalimat surat. Terlebih lagi, apabila kalimatnya panjang. Ketentuan mengenai ejaan tidak boleh menyimpang dari kaidah yang berlaku, yaitu harus sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam hal ejaan adalah 1 Penulisan huruf besar Hal yang harus diperhatikan pada penulisan huruf besar dalam penulisan surat terutama untuk penulisan nama orang, nama jalan, kata ganti orang, nama lembaga, nama organisasi. Contoh a Dra. Lilis Suswani b Jl. Mangga No. 123 Jakarta Timur c Atas perhatian Saudara, kami ucapkan terima kasih d Dewan Perwakilan Rakyat e PT Anugrah Jaya f CV Jaya Perkasa 2 Penulisan kata turunan Penulisan kata turunan adalah kata dasar yang diberikan pada imbuhan, sisipan, akhiran, dan gabungan imbuhan. Contoh, kata beri tahu jika diberikan akhiran "kan" menjadi beri tahukan, misalnya pada kalimat Dengan ini kami beri tahukan bahwa kata beri tahu jika mendapat gabungan imbuhan ditulis serangkai menjadi satu kata, yaitu memberitahukan, diberitahukan. 3. Penulisan kata ulang Penulisan gabungan kata ditandai dengan tanda hubung - terhadap unsur kata yang diulang, tidak boleh menggunakan angka-angka. Tujuan penulisan kata ulang adalah menyatakan penjamakan satu kata dengan cara diulang bukan dengan menambahkan kata bilangan tidak tentu, seperti semua, segala, para, seluruh, beberapa, dan sebagainya. Contoh barang diulang menjadi barang-barang bukan semua barang, semua barang-barang 4. Penulisan gabungan kata Penulisan gabungan kata biasanya disatukan bila berupa kata majemuk dan ungkapan yang sudah dianggap senyawa, Contoh 5. Penulisan kata ganti Penulisan kata ganti orang yang digunakan sebagai sapaan ditulis dengan huruf besar. Contoh a Atas perhatian Saudara. saya ucapkan terima kasih. b .......bahwa perusahaan Bapak membutuhkan tenaga administrasi. c Kehadiran Bapak /Ibu/Saudara/i sangat kami harapkan. 6. Penulisan kata depan Penulisan kata depan selalu terpisah dengan kata yang mengikutinya. Namun untuk penulisan kata depan di dan ke terdapat ketentuan tersendiri, karena kata depan didan ke selain berfungsi sebagai kata dengan juga berfungsi sebagai awalan. Penulisan di dan ke sebagai kata depan ditulis terpisah dari kata yang mengikuti, sedangkan di dan ke sebagai awalan ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya 7. Penulisan unsur serapan Contoh penulisan unsur serapan 8. Penggunaan tanda baca Tanda baca harus digunakan secara tepat sebab jika tidak tepat dapat menimbulkan arti yang lain. 3. Tanda-Tanda Koreksi Tanda-tanda koreksi digunakan untuk memperbaiki kesalahan dari pekerjaan surat. Bentuk tanda koreksi bermacam-macam disesuaikan dengan kebutuhan. Bentuk-bentuk tanda koreksi dan kegunaannya Namun demikian sebelum mengadakan penyelidikan penjual hams sudah dapat menentukan apakah claim yang diajukan itu mempunyai alasan ^uaE^atau. claim itu mempunyai alasan yang kuat hendaklah diadakan penyelidikan] yang teliti sampai kesalahan atau kelalaian itu dapat ditemukan. Universitas Negeri Yogyakarta u. Sampul surat model x – ray Surat yang sudah dimasukkan ke dalam sampul surat atau amplop surat harus disesuaikan antara isi dan alamatnya. Untuk penulisan alamat surat dalam amplop atau sampul surat ini, harus diseragamkan bentuknya dengan penulisan alamat surat pada lembaran surat. Sebagai contoh, jika surat ditulis dengan menggunakan bentuk indented’, maka alamat surat yang ditulis di sampul surat juga harus ditulis dengan bentuk indented’, sehingga bentuknya seragam. Universitas Negeri Yogyakarta G. Bagian-Bagian Surat Setiap surat terdiri dari bagian-bagian dan setiap bagian itu mempunyai kegunaan tertentu. Penempatan bagian-bagian surat ini bergantung dari bentuk surat yang dipakai. Garis besar bagian surat akan dibahas dalam uraian selanjutnya di bawah ini. 1. Kepala Kop Surat Kepala surat menunjukkan ciri khas badan usaha, perusahaan atau kantor dan berfungsi sebagai reklame. Selain berfungsi sebagai reklame berfungsi juga supaya mudah mengetahui nama dan alamat kantororganisasi atau keterangan lainnya mengenai badan, organisasi atau instansi yang mengirim surat tersebut. Biasanya kepala surat disusun dan dicetak dalam bentuk yang menarik yang terdiri dari a. Nama organisasi atau lembaga b. Alamat kantor pusat dan kantor cabang bila ada Jenis usaha beberapa badan usaha sering mencantumkan jenis usahanya di kop surat sebagai pemberitahuan sekaligus c. Nomor telepon bila ada d. Nomor faksimil bila ada e. Nomor kotak pos bila ada f. Nomor kawat bila ada g. Alamat kawat bila ada h. Lambanglogo bila ada Perhatian a. Kertas surat berkepala surat hanya dipakai untuk kepentingan organisasi, untuk kepentingan pribadi menggunakan kertas biasa yang tidak berkepala berkop. Contoh kepala surat sebuah perusahaaninstansi swasta. b. Di beberapa badan usaha kadang mencanturnkan alamat, nomor telepon dan faksimile pada bagian bawah kertas surat. 2. Nomor Surat Setiap surat resmi terutama surat resmi yang akan dikirim keluar lingkungan kantor, hendaknya diberi nomor yang disebut nomor verbal. Kegunaan nomor surat adalah a. Untuk memudahkan pengaturan surat, terutama dalam penyimpanan dan penemuan kembali surat sebagai arsip. b. Untuk mengetahui jumlah surat yang dikeluarkan dalam periode tertentu. c. Untuk memudahkan penunjukan pada waktu mengadakan hubungan surat- menyurat. 100% found this document useful 1 vote3K views7 pagesDescriptionBahasa IndonesiaCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsPPTX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?100% found this document useful 1 vote3K views7 pagesTanda KoreksiJump to Page You are on page 1of 7 You're Reading a Free Preview Pages 4 to 6 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.